Pengobatan Alternatif -Tanaman Herbal-Peluang Bisnis-Tips dan Triks

Tempat berbagi informasi penting Herbal,Pengobatan Alternatif dan tips trik

Antara Pornografi dan “Teroris” Moral

1 Komentar

Alasan pemerintah sangat klasik, bahwa keikutsertaan perempuan Indonesia ke kontes pamer aurat sedunia dianggap sebagai kebanggaan nasional dapat menjadi duta pariwisata, serta memperkenalkan pendidikan, sosial, dan budaya kita kepada masyarakat Internasional.

Betawa ngawurnya alasan pemerintah seperti ini. Mengapa ada warga negaranya yang pamer aurat di luar negeri dianggap sebagai kebanggaan nasional?

Menganggap pengiriman wanita Indonesia ke ajang Miss Universe sebagai alasan duta wisata sama saja dengan menghina kekayaan alam Indonesia yang banyak dikagumi warga dunia.

Yang terjadi sesungguhnya, pemerintah tak mampu menjual kekayaan alam bangsa kita nan Indah dalam level internasional, lalu menjadikan sebagian bangsanya berlenggak-lenggok membuka auratnya pada dunia sebagai alasan “duta pariwisata”. Jika mau berfikir dan bebuat, keindahan alam kita yang bisa dijadikan pemikat pariwisata, tak perlu dengan acara-acara seperti ini. Malaysia saja sebagai negara kecil, dan kekayaan alamnya tak sebanding dengan kita bisa melakukannya.

Antara Pornografi dan “Teroris” Moral

Belum lama ini, Menkominfo RI, Tifatul Sembiring merilis angka mengagetkan. Ia menyatakan, Indonesia adalah pengakses situs porno terbesar di dunia (Tempointeraktif.com, 4/11/2009)

Bukti lainnya adalah laporan Polri pada tahun 2000 yang menyatakan bahwa kasus kejahatan seksual yang telah ditangani aparat Bhayangkara negara kita sebagian besar dilatarbelakangi oleh pornografi.

Pakar Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII), Titik Kuntari, menyatakan bahwa aborsi di Indonesia berkisar antara 2 sampai 2,6 juta/tahun, atau 43 aborsi untuk setiap 100 kehamilan. 30 persen dari kasus aborsi dilakukan remaja usia 15 – 24 tahun. (Inilah.com, 30/6/2009)

Kejahatan berupa pornografi dan pornoaksi juga memiliki saham dalam peningkatan angka kemaksiatan (perzinahan) di tengah masyarakat, terutama generasi muda. Pergaulan bebas (free sex) muda-mudi Indonesia banyak terjadi. Padahal tingginya angka pergaulan bebas berbanding lurus dengan tingginya kasus KTD (kehamilan yang tidak diinginkan), yang sebagian besar berakhir dengan kasus kejahatan aborsi.

Jika direnungkan dengan pikiran jernih, sebenarnya peserta maupun penyelenggara kontes-kontes pamer kecantikan bisa masuk dalam kategori “teroris moral” yang sangat membahayakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Betapa tidak, mereka menyalahgunakan keindahan ragawi karunia Ilahi, dengan cara mempertontonkannya kepada orang-orang yang tidak berhak untuk melihatnya. Penyalahgunaan tersebut kita kenal sebagai pornografi/pornoaksi.

Padahal pornografi maupun pornoaksi merupakan “teror moral” yang mendorong terjadinya kemaksiatan dan kejahatan seksual di tengah masyarakat. Modus operandi “teror moral” dilakukan dengan menyebarkan gambar diam (foto) dan gambar bergerak (klip) para peserta, terutama pemenang kontes-kontes kecantikan melalui media cetak dan elektronik (terutama internet).

Apalagi, para peserta dan pemenang kontes pamer kecantikan selalu menjadikan aktivitas haram itu sebagai batu loncatan untuk menjadi “teroris moral” yang lebih berbahaya, yaitu menjadi selebritis.
Tentu saja setelah menjadi “teroris moral” bergelar ‘selebritis’, foto maupun rekaman/klip yang mempertontonkan kecantikan fisik mereka dengan begitu mudah diakses masyarakat melalui majalah, tabloid, dan situs porno.

Dampak “teror moral” yang mereka sebarkan telah mengganggu moralitas bangsa, terutama generasi muda kita.

Tidak ada kata terlambat bagi pemerintah untuk memerangi “terorisme moral” seperti ini. Penghentian “terorisme moral” melalui pornografi/pornoaksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melarang masuknya miss universe, miss world, atau teroris moral lainnya ke Indonesia. Selain itu, di dalam negeri, pemerintah juga wajib memberangus benih-benih “terorisme moral” dengan cara melarang penyelenggaraan kontes-kontes pamer kecantikan seperti kontes Puteri Indonesia dan Miss Indonesia, dan melarang wanita-wanita muda kita mengikuti ajang Miss Universe, Miss World, atau kontes pamer aurat sejenisnya di luar negeri.

Sekedar mengingatkan. Jika benar pemerintah kita ini diisi orang-orang yang beragama, mereka harusnya ingat pesan Allah SWT yang menyatakan,

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 31)

Mengakses media porno merupakan sarana mendekati zina yang dilarang Allah SWT, sebagaimana firman-Nya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa’ : 32)

Itupun, bagi yang beragama, bagi yang tak mengerti agama atau mengaku bukan Muslim, ya bukan persoalan. Namun jika dirinya seorang Muslim, salah satu konsep yang harusnya melekat pada dirinya adalah keyakinan bahwa ajang seperti ini wajib ditolak dan tak dibenarkan agama. Namun jika mengerti dan tak menolaknya, ia sesungguhnya adalah orang-orang yang berusaha mengelabuhi agamanya sendiri.

Selain itu, Masyarakat –terutama dari kalangan ulama, akademisi, dan Ormas Islam– tidak boleh berhenti melakukan upaya pencegahan.

Jika ada “teroris moral” dari dalam atau luar negeri masuk ke negara kita, atau kalau ada penyelenggaraan kontes pencarian ‘kader’ teroris moral di dalam negeri. Sikap kritis harus tetap dimiliki sebagai wujud amar ma’ruf nahi munkar.

Dan yang harus diingat, bangsa kita tak akan hina tanpa mengirim atau mendatangkan Miss Universe. Wallahua’lam.

One thought on “Antara Pornografi dan “Teroris” Moral

  1. Saya pesimis kalau SBY dan orang2 DPR adalah Muslim Sejati.kalau KTP sih iya.Karena kerusakan moral masyarakat yg telah ‘dihasilkan’ pemerintah dan DPR ini sangat luar biasa sekali.Ini sangat NYATA dan bukan cerita antar blog.SBY dan DPR telah rajin menjalankan ‘Perintah’ Zionis tp angot-angotan (kadang iya kadang enggak) dalam menjalankan perintah ALLAH SWT.Subhanallah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s